Profil Program Studi Tadris IPS

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan bagian dari Fakultas Tarbiyah. Hal ini membuat visi dan misi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial harus sesuai dengan Fakultas Tarbiyah. Demikian juga visi, misi, dan tujuan Fakultas Tarbiyah bersesuaian dengan visi dan misi IAIN Kudus. Ketiga visi dan misi harus mampu dijalankan secara berkesinambungan agar dapat mempercepat perkembangan dan kemajuan institusi.

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial yang berada di bawah Fakultas Tarbiyah memiliki struktur organisasi yang terstruktur. Struktur oraganisasi menerapkan mekanisme tata pamong yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sistem dan tata pamong yang telah disusun akan mempercepat pencapaian visi dan misi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Proses penerimaan mahasiswa baru di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu jalur undangan (SPAN PTKIN), jalur ujian tulis yaitu UM PTKIN dan jalur ujian tulis mandiri yaitu UM Lokal Mandiri IAIN Kudus. Ketiga jalur tes tersebut mampu menarik minat mahasiswa dengan berbagai prestasi dan kemampuan akademik yang dimiliki. Mahasiswa yang diterima memiliki latar belakang yang beragam, baik dari segi asal daerah, sosial-ekonomi, budaya, dan latar belakang pendidikan. Keberagaman latar belakang tersebut dapat menjadi keunggulan dan potensitersendiri untuk dikembangkan. Kemampuan akademis mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial dapat dilihat dari indeks prestasi komulatif (IPK) yang memiliki rata-rata di atas 3,40. Walupun termasuk Program Studi baru di lingkup Fakultas Tarbiyah, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Kudus sudah mulai mengukir prestasi tidak hanya di bidang akademik tetapi juga prestasi non akademik di beberapa kejuaraan ataupun lomba. Prestasi tersebut bahkan ada yang telah mencapai level nasional.

Prestasi akademik yang diraih oleh mahasiswa tidak terlepas dari kualitas pelayanan akademik. Pelayanan akademik yang prima berasal dari dosen pengampu mata kuliah maupun dosen pembimbing akademik. Di samping itu, kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.

Tentang mutu dan kualifikasi akademik dosen diusahakan untuk terus ditingkatkan sesuai dengan keahlian dan tugas masing-masing. Di samping melalui studi lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S3), peningkatan mutu akademik dosen juga dilakukan dengan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan ilmiah sebagai media peningkatan wawasan dan keterampilannya, seperti pelatihan, seminar lokakarya, workshop dan lain-lain. Sedangkan untuk staf administrasi, didorong mengikuti program peningkatan SDM karyawan, seperti kursus, pendidikan dan pelatihan teknis pengelolaan administrasi yang lebih baik.

Selanjutnya, kurikulum disusun untuk memenuhi dan merespon perkembangan zaman sehingga pendidikan yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi selaras dengan visi dan misi institusi. Perubahan kurikulum dilakukan dengan memperhatikan masukan dari berbagai pihak, baik dari praktisi maupun akademisi.

Pembelajaran yang meliputi proses belajar-mengajar dan penilaian hasil belajar telah terlaksana dengan sangat baik. Hal ini berkat dukungan dari staf pengajar yang memadai jumlah maupun kualifikasinya. Proses perkuliahan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan antara lain: tatap muka, diskusi, presentasi karya ilmiah atau integrasi penelitian dalam perkuliahan, seminar, praktikum, serta kegiatan terstruktur dan mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk merespon isu-isu baru dalam ilmu pengetahuan sosial. Tatap muka antara dosen dan mahasiswa di kelas, rata-rata 14 kali pertemuan dalam setiap semfester.

Penelitian dan karya ilmiah di bidang Ilmu pengetahuan sosial secara terus menerus dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa.Kualitas penelitian dan karya ilmiah yang dihasilkan cukup baik, terbukti beberapa di antaranya telah dipublikasikan secara internasional dan nasional.

Pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara terstruktur melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), atau dilakukan oleh dosen secara mandiri, mahasiswa secara mandiri, ataupun kerjasama dosen dan mahasiswa. Dalam pengabdian diri, sebagian besar dosen berkiprah melalui berbagai organisasi sosial atau organisasi keagamaan, sebagai narasumber, penceramah, khatib, pendampingan komunitas, lembaga pendidikan dan lain sebagainya.

Sarana, prasarana dan sistem informasi yang dipergunakan Program tudi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial telah cukup memadai. Sarana, prasarana dan sistem informasi menjadi satu bagian yang terintegrasi dengan IAIN Kudus. Fasilitas lain juga disediakan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran, seperti poliklinik, lapangan olahraga, laboratorium, dan sarana pengembangan akademik dan non-akademik lainnya tersedia sangat memadai di IAIN Kudus.





Agenda Kegiatan
  • Diskusi Dosen

    +

    Penyelarasan Penyusunan Kurikulum KKNI

Video

Back to Top